Di lagu ini, Manaditara juga mencoba keluar dari kebiasaan yang selama ini melekat pada dirinya. Tidak mengerucut pada satu inspirasi atau referensi lagu tertentu, “Never Enough” menjadi ruang bagi Manaditara untuk lebih menuangkan sisi ego dan emosinya melalui musik.
“Di kesempatan kali ini aku ingin membuat lagu di luar kebiasaan Manaditara. Lumayan menuangkan ego dan sisi emosinya,” ujar Manaditara.
Proses penciptaan lagu ini dimulai ketika Manaditara mengirimkan materi awal kepada Andrian Adianto untuk kemudian dikembangkan melalui bagian gitar. Setelah materi gitar selesai, Manaditara melanjutkan prosesnya dengan mengisi lirik sekaligus notasi lagu.
Untuk penulisan “Never Enough”, notasi dikerjakan oleh Aditia Pramana Putra bersama Andrian Adianto, sementara lirik ditulis oleh Aditia Pramana Putra. Seluruh proses pengerjaan lagu berlangsung secara online tanpa adanya pertemuan langsung antara kedua musisi tersebut.
“Prosesnya memang nggak bertemu langsung. Aku kirim materi ke Andrian untuk dikerjakan bagian gitarnya, setelah itu aku melanjutkan dengan mengisi lirik dan notasinya,” jelas Aditia Pramana Putra.
Meski dikerjakan secara jarak jauh, proses tersebut berjalan cukup singkat. “Never Enough” diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu bulan. Seluruh komunikasi dan pertukaran materi dilakukan secara online hingga lagu tersebut menemukan bentuk akhirnya.
Melalui “Never Enough”, Manaditara ingin mengajak pendengar untuk melihat kembali nilai dari sebuah usaha. Sebab, tidak semua effort harus selalu berujung pada hasil yang sesuai dengan harapan, selama proses tersebut dilakukan tanpa saling menyakiti.
Hal yang menjadi highlight utama dalam single ini adalah liriknya. “Never Enough” mencoba merangkum perasaan ketika seseorang berada dalam posisi yang terus berusaha, tetapi pada saat yang sama merasa bahwa dirinya tidak pernah benar-benar cukup.
“Menurutku yang paling penting dari lagu ini adalah lirik ‘Never Enough’-nya. Semoga pendengar bisa menangkap perasaan yang ingin disampaikan dari sana,” kata Manaditara.
Manaditara berharap “Never Enough” dapat menjadi pengingat bagi pendengar untuk tetap menghargai usaha yang diberikan oleh orang lain, selama usaha tersebut tidak hadir dengan cara yang saling menyakiti.
“Hargai effort siapapun, selagi tidak saling menyakiti,” tutup Manaditara.

Posting Komentar